
7 Spesifikasi Wajib Saat Memilih Oven Laboratorium untuk Industri dan Farmasi
Pendahuluan
Membeli oven laboratorium bukan sekadar memilih kotak pemanas dengan harga termurah. Di industri farmasi atau kimia, kesalahan suhu sebesar 2∘C saja dapat menyebabkan degradasi bahan aktif atau kegagalan uji stabilitas. Oleh karena itu, memahami spesifikasi teknis adalah kunci utama agar Anda mendapatkan alat yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) laboratorium Anda.
1. Sistem Sirkulasi Udara: Natural vs Forced Convection
Ini adalah hal pertama yang harus Anda tentukan:
- Natural Convection (UN): Udara bergerak secara alami. Cocok untuk mengeringkan bubuk halus agar tidak berhamburan.
- Forced Convection (UF): Menggunakan kipas (fan) untuk meratakan panas. Sangat disarankan untuk pengeringan sampel padat yang membutuhkan distribusi suhu yang sangat seragam.
2. Akurasi dan Fluktuasi Suhu
Pastikan oven Anda memiliki PID Controller. Teknologi ini memungkinkan oven untuk “belajar” dan meminimalkan lonjakan suhu (overshoot).
- Akurasi: Seberapa dekat suhu aktual dengan suhu yang Anda setel.
- Homogenitas: Seberapa merata suhu di seluruh sudut rak (atas, tengah, bawah).
3. Material Interior (Chamber)
Untuk penggunaan jangka panjang, pilihlah interior berbahan Stainless Steel 304 atau 316. Material ini tahan terhadap uap kimia dan tidak mudah berkarat meskipun sering terpapar kelembapan tinggi saat proses pengeringan.
4. Fitur Keamanan (Over-temperature Protection)
Oven laboratorium yang baik harus memiliki sistem keamanan ganda. Jika kontroler utama rusak, sistem mekanik cadangan harus bisa memutus aliran listrik secara otomatis untuk mencegah kebakaran atau kerusakan sampel.
5. Konektivitas dan Dokumentasi Data
Di era Industri 4.0, oven laboratorium digital kini dilengkapi dengan port USB atau koneksi Ethernet. Fitur ini memungkinkan Anda mengekspor data suhu ke komputer sebagai bukti validasi proses pengeringan yang diperlukan untuk sertifikasi ISO atau GMP.
6. Kemudahan Kalibrasi
Pilihlah unit yang menyediakan akses mudah untuk menaruh sensor eksternal (biasanya berupa lubang kecil atau access port di bagian samping). Ini akan memudahkan teknisi saat melakukan kalibrasi tahunan.
7. Kapasitas dan Beban Rak
Perhatikan loading capacity. Pastikan rak oven mampu menahan beban sampel Anda tanpa melengkung. Periksa juga apakah posisi rak bisa diatur ketinggiannya (adjustable shelves).
Kesimpulan
Dengan memahami spesifikasi di atas, Anda dapat berdiskusi lebih mendalam dengan supplier alat laboratorium pilihan Anda. Pastikan spesifikasi yang tertulis di brosur sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan agar investasi alat Anda memberikan hasil yang maksimal.
Kami menyediakan berbagai tipe oven laboratorium untuk pengiriman ke Jakarta, Surabaya, dan seluruh Indonesia.
| Our Office : | Jl. Radin Inten II No. 61A Duren Sawit |
| Phone : | 0816-1740-8900, (021) 8690-6782, (021) 8690-6783 |
| Fax : | (021) 8690 6781 |
| E-mail : | sales@anm.co.id – anugrah.niaga.mandiri@gmail.com |
| Website : | http://www.anm.co.id |

