
Mengenal Preparat: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya dalam Kegiatan Laboratorium Biologi di Sekolah
Dalam setiap kegiatan praktikum biologi yang melibatkan mikroskop, ada satu elemen yang tidak boleh dilewatkan: preparat. Tanpa preparat yang disiapkan dengan benar, sehebat apa pun mikroskop yang digunakan, objek yang ingin diamati tidak akan bisa terlihat dengan jelas. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu preparat, jenis-jenisnya, cara pembuatannya, serta fungsinya dalam mendukung kegiatan pembelajaran biologi di sekolah.
Apa Itu Preparat?
Preparat adalah objek atau sampel yang telah disiapkan secara khusus agar dapat diamati di bawah mikroskop. Kata “preparat” berasal dari istilah yang merujuk pada proses “mempersiapkan” suatu bahan agar layak dan aman untuk diteliti secara mikroskopis. Preparat biasanya diletakkan di atas kaca objek (object glass) dan ditutup dengan kaca penutup (cover glass) agar posisinya stabil saat diamati.
Secara sederhana, preparat dapat diibaratkan sebagai “jembatan” antara objek biologis yang ingin diteliti dengan alat mikroskop yang digunakan untuk mengamatinya. Tanpa proses penyiapan yang tepat, objek biologis seperti sel, jaringan, atau mikroorganisme akan sulit diamati karena ukurannya yang sangat kecil, teksturnya yang rapuh, atau kandungan air di dalamnya yang dapat mengganggu proses pengamatan.
Jenis-Jenis Preparat Biologi
Preparat biologi dapat dikelompokkan berdasarkan cara pembuatan dan daya tahannya. Berikut adalah jenis-jenis preparat yang umum digunakan, termasuk di lingkungan sekolah:
1. Preparat Basah (Wet Mount)
Preparat basah dibuat dengan meletakkan sampel segar—misalnya sayatan tipis daun, sel epitel, atau setetes air kolam yang mengandung mikroorganisme—langsung di atas kaca objek, kemudian ditambahkan cairan seperti air atau larutan tertentu sebelum ditutup dengan kaca penutup. Jenis preparat ini sering digunakan dalam praktikum sekolah karena mudah dan cepat dibuat, meskipun sifatnya hanya sementara dan tidak tahan lama.
2. Preparat Kering (Smear/Sederhana)
Preparat kering dibuat tanpa penambahan cairan, biasanya untuk sampel yang sudah cukup tipis atau berupa lapisan tunggal, seperti apusan (smear) dari cairan tubuh atau kultur bakteri yang telah dikeringkan di atas kaca objek. Preparat jenis ini juga tergolong sederhana namun kurang tahan lama jika tidak diberi bahan pengawet.
3. Preparat Awetan (Permanent Slide)
Preparat awetan adalah preparat yang telah melalui proses pengawetan khusus—seperti fiksasi, pewarnaan (staining), dan penutupan dengan bahan perekat khusus—sehingga dapat disimpan dan digunakan berulang kali dalam jangka waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Di sekolah, preparat awetan biasanya dibeli dalam bentuk kotak set preparat karena pembuatannya membutuhkan proses dan bahan kimia yang lebih kompleks dibandingkan preparat basah maupun kering.
4. Preparat Irisan (Section)
Preparat ini dibuat dengan mengiris jaringan biologis setipis mungkin, biasanya menggunakan alat seperti mikrotom, agar cahaya dapat menembus objek saat diamati di bawah mikroskop. Preparat irisan sering digunakan untuk mengamati struktur jaringan tumbuhan atau hewan secara lebih detail, seperti susunan sel pada batang, akar, atau daun.
Fungsi Preparat dalam Kegiatan Laboratorium
Preparat memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan praktikum biologi, terutama di lingkungan sekolah. Berikut adalah fungsi-fungsi utamanya:
1. Memungkinkan Objek Mikroskopis Dapat Diamati dengan Jelas
Banyak objek biologis, seperti sel atau mikroorganisme, berukuran sangat kecil sehingga tidak mungkin diamati langsung dengan mata telanjang. Preparat mengubah objek tersebut menjadi bentuk yang siap ditempatkan pada mikroskop, sehingga strukturnya dapat terlihat dengan jelas melalui pembesaran lensa.
2. Menjaga Objek Tetap Stabil Selama Pengamatan
Kaca objek dan kaca penutup pada preparat berfungsi menjaga posisi sampel agar tidak bergeser atau rusak saat mikroskop digerakkan, difokuskan, atau dipindahkan dari satu siswa ke siswa lain dalam satu sesi praktikum.
3. Membantu Cahaya Menembus Objek dengan Baik
Sebagian besar mikroskop cahaya bekerja dengan cara meneruskan cahaya melalui objek yang diamati. Preparat yang dibuat cukup tipis memungkinkan cahaya dapat menembus sampel, sehingga detail struktur sel maupun jaringan dapat terlihat dengan kontras yang baik.
4. Memudahkan Proses Pewarnaan untuk Memperjelas Struktur
Banyak struktur sel yang sulit dibedakan tanpa pewarnaan tambahan, misalnya inti sel dengan sitoplasma. Proses pembuatan preparat memungkinkan penambahan zat warna (seperti metilen biru atau eosin) untuk membuat bagian-bagian tertentu pada sel lebih mudah dibedakan saat diamati.
5. Mendukung Kegiatan Pembelajaran yang Berulang
Preparat awetan memungkinkan satu sampel dapat digunakan berkali-kali oleh siswa yang berbeda, bahkan pada semester atau tahun ajaran yang berbeda pula. Hal ini membuat sekolah tidak perlu menyiapkan sampel baru setiap kali kegiatan praktikum berlangsung, sehingga lebih efisien dari segi waktu dan biaya.
6. Melatih Keterampilan Ilmiah Siswa
Proses membuat preparat basah secara mandiri, seperti mengambil sayatan tipis daun atau meneteskan air kolam pada kaca objek, melatih siswa dalam keterampilan dasar laboratorium, seperti ketelitian, kesabaran, dan kehati-hatian dalam menangani alat dan bahan biologis.
7. Menjadi Sarana Dokumentasi dan Perbandingan
Preparat awetan sering digunakan sebagai bahan pembanding standar dalam pembelajaran, misalnya untuk menunjukkan struktur sel normal sebagai acuan sebelum siswa membuat preparat mereka sendiri dan membandingkannya.
Contoh Penerapan Preparat dalam Kegiatan Sekolah
Beberapa contoh kegiatan yang umum dilakukan di laboratorium sekolah menggunakan preparat antara lain:
- Membuat preparat basah dari sayatan tipis bawang merah untuk mengamati bentuk sel dan intinya
- Mengamati preparat awetan penampang melintang batang atau daun untuk mempelajari susunan jaringan
- Membuat apusan sederhana dari air rendaman jerami untuk mengamati mikroorganisme seperti Paramecium
- Menggunakan preparat awetan darah untuk mengenalkan siswa pada bentuk sel darah merah dan sel darah putih
- Praktikum identifikasi jaringan epidermis daun melalui preparat sayatan permukaan daun
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Preparat di Sekolah
Agar preparat dapat diamati dengan hasil yang optimal, beberapa hal berikut perlu diperhatikan oleh siswa maupun guru pembimbing:
- Sayatan atau irisan sampel harus dibuat setipis mungkin agar cahaya dapat menembus objek
- Hindari terlalu banyak cairan pada preparat basah karena dapat menyebabkan kaca penutup bergeser
- Pastikan tidak ada gelembung udara yang terjebak di antara kaca objek dan kaca penutup, karena dapat mengganggu pengamatan
- Preparat awetan sebaiknya disimpan di tempat khusus (kotak preparat) agar tidak mudah pecah atau tergores
- Selalu bersihkan kaca objek dan kaca penutup sebelum dan sesudah digunakan untuk menjaga kualitas pengamatan berikutnya
Kesimpulan
Preparat merupakan komponen penting yang menjembatani objek biologis dengan alat mikroskop dalam kegiatan pengamatan ilmiah. Dengan berbagai jenisnya—mulai dari preparat basah, kering, irisan, hingga awetan—preparat memungkinkan siswa mengamati struktur sel, jaringan, hingga mikroorganisme secara jelas dan mendalam. Lebih dari sekadar alat bantu teknis, proses pembuatan preparat juga melatih keterampilan ilmiah siswa, mendukung efisiensi kegiatan laboratorium, serta menjadi sarana penting dalam memahami dunia biologi secara lebih nyata di lingkungan sekolah.
PT. Anugrah Niaga Mandiri siap menjadi partner terpercaya untuk solusi alat laboratorium berkualitas.
| Our Office : | Jl. Radin Inten II No. 61A Duren Sawit |
| Phone : | 0816-1740-8900, (021) 8690-6782, (021) 8690-6783 |
| Fax : | (021) 8690 6781 |
| E-mail : | sales@anm.co.id – anugrah.niaga.mandiri@gmail.com |
| Website : | http://www.anm.co.id |

