
Panduan Lengkap Memilih Oven Laboratorium yang Tepat untuk Kebutuhan Penelitian Anda
Pendahuluan
Dalam dunia riset dan industri, oven laboratorium adalah instrumen vital yang hampir selalu ada di setiap fasilitas penelitian. Baik untuk pengeringan sampel, sterilisasi alat kaca, hingga pengujian material, memilih unit yang tepat bukan hanya soal harga, tapi soal akurasi suhu dan efisiensi energi.
Apa Itu Oven Laboratorium dan Fungsinya?
Secara umum, oven laboratorium adalah alat pemanas yang digunakan untuk proses termal dalam skala penelitian atau industri. Beberapa fungsi utamanya meliputi:
- Sterilisasi: Membunuh mikroorganisme pada peralatan gelas atau logam menggunakan panas kering.
- Pengeringan (Drying): Menghilangkan kelembapan dari sampel padat atau cair.
- Curing: Proses pengerasan bahan kimia atau plastik melalui pemanasan.
- Annealing: Digunakan dalam metalurgi untuk meningkatkan fleksibilitas logam.
Jenis-Jenis Oven Laboratorium yang Sering Digunakan
Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda harus memahami jenis oven yang sesuai dengan aplikasi Anda:
- Forced Convection Oven (Konveksi Paksa): Menggunakan kipas untuk meratakan panas. Sangat cocok untuk pengeringan yang cepat dan merata.
- Gravity Convection Oven (Konveksi Alami): Mengandalkan sirkulasi udara alami. Ideal untuk sampel yang sangat ringan (bubuk) agar tidak berhamburan.
- Vacuum Oven: Digunakan untuk sampel yang sensitif terhadap suhu tinggi atau mudah teroksidasi. Proses pengeringan dilakukan dalam ruang hampa udara.
- Incubator vs Oven: Perlu diingat bahwa oven bekerja pada suhu tinggi (biasanya di atas 50°C), sedangkan inkubator bekerja pada suhu yang mendekati suhu tubuh manusia untuk pertumbuhan mikroba.
Spesifikasi Penting Sebelum Membeli
Jika Anda berencana mencari penyedia jual oven laboratorium, pastikan memperhatikan poin berikut:
- Rentang Suhu (Temperature Range): Pastikan suhu maksimal sesuai kebutuhan (misal: hingga 250°C atau 300°C).
- Kapasitas (Volume): Ukuran ruang dalam (chamber) mulai dari 20 liter hingga ratusan liter.
- Material Chamber: Stainless steel adalah pilihan terbaik untuk ketahanan terhadap korosi dan kemudahan pembersihan.
- Kontroler Digital: Pastikan menggunakan sistem PID Controller untuk akurasi suhu yang presisi.
Cara Merawat Oven Laboratorium Agar Awet
Agar investasi alat laboratorium Anda bertahan lama, lakukan langkah perawatan berikut:
- Kalibrasi Berkala: Lakukan kalibrasi suhu minimal setahun sekali untuk memastikan sensor tetap akurat.
- Pembersihan Rutin: Bersihkan tumpahan sampel segera setelah unit dingin untuk mencegah kerak.
- Sirkulasi Udara: Jangan menumpuk sampel terlalu rapat di dalam rak agar aliran udara panas tetap lancar.
Kesimpulan
Memilih oven laboratorium yang tepat akan sangat berpengaruh pada validitas data penelitian Anda. Pastikan Anda memilih merek yang memiliki dukungan teknis dan suku cadang yang mudah didapat.
“Sedang mencari oven laboratorium berkualitas? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim ahli kami di
| Our Office : | Jl. Radin Inten II No. 61A Duren Sawit |
| Phone : | 0816-1740-8900, (021) 8690-6782, (021) 8690-6783 |
| Fax : | (021) 8690 6781 |
| E-mail : | sales@anm.co.id – anugrah.niaga.mandiri@gmail.com |
| Website : | http://www.anm.co.id |

